Pengertian

Sistem Digital adalah suatu sistem yang mempunyai fungsi mengukur suatu nilai / besaran yang bersifat tetap atau tidak tetap. sistem tersebut berbentuk diskrit berupa digit atau angka. Pada saat ini Sistem Digital sudah menjadi bagian yang tidak bisa di pisahkan dari kehidupan manusia. mulai dari smartphone, laptop, smart tv, komputer, robot, alat-alat kedokteran, transportasi, sampai dengan penjelajahan di ruang angkasa.

Pengertian konsep Analog dan Digital

Analog adalah sistem pengolahan sinyal yang datanya diolah secara kontinyu, atau secara bertahap. Dengan kata lainSistem analog yang menjangkau dalam pengolahan data dan sinyal.
Pengolahan sinyal Digital Yang datanya diolah diskrit, Yaitu Nilai Berubah ekstrim (Naik ATAU turun-mengisi Drastis). Meskipun sinyal tersebut terlihat kontinyu (analog), namun sinyal tersebut adalah piksel-piksel yang tersusun tidak kontinyu (digital).

Jika diumpamakan dalam kehidupan sehari-hari sinyal analog berubah seperti siang dan malam. Jika di saat fajar sinar mentari secara bertahap mulai dari redup hingga semakin terang, puncaknya adalah siang hari lalu berangsur - angsur meredup sampai senja matahari terbenam.

Bayangkan jika perubahan siang dan malam adalah secara digital, maka saat fajar sinar matahari langsung terang seperti siang. Terangnya bertahan tidak berubah sampai senja tiba-tiba berubah gelap gulita. Ini karena sinyal digital tidak mempunyai rentang dalam perubahan sinyal, berbeda dengan sinyal analog.

Contoh lainnya adalah sinyal analog ibaratnya jaket dengan resleting, dan sinyal digital ibaratnya jaket dengan kancing. resleting bisa diset dimana saja, sedangkan kancing hanya 2 kemungkinan, yaitu tertutup atau terbuka.

Kuantitas analog direpresentasikan dengan variabel kontinyu dan indikator yang sebanding dengan nilai variabelnya.

Pengertian konsep Analog dan Digital

Analog adalah sistem pengolahan sinyal yang datanya diolah secara kontinyu, atau secara bertahap. Dengan kata lainSistem analog yang menjangkau dalam pengolahan data dan sinyal.

Keuntungan Sistem Digital terhadap sistem analog :
a. Lebih handal dari sistem analog karena mempunyai kekebalan yang lebih baik terhadap noise dan keakuratan sistem.
b. Mudah dalam perancangan: Tidak membutuhkan keahlian matematika khusus untuk menggambarkan perlakuan rangkaian digital (logika) sederhana.
c. Dapat diprogram kedalam komponen.
d. Kecepatan: sebuah elemen logika digital dapat menghasilkan sebuah keluaran lebih kecil dari pada 10 nanodetik (10-8 detik).
e. Ekonomis: Karena penggabungan jutaan elemen logika digitak dalam sebuah chip tunggal IC berbiaya rendah.

Digit Biner

a. Sensor Gas
b. Sensor Ultrasonik
c. Pembuat enkode
d. Sensor Infra Merah Pasif
e. Sensor Suhu
f. Sensor Kelembaban (Kelembaban)

Contoh Sensor

a. Sistem bilangan konvensional menggunakan 10 digit: 0,1,2,3,4,5,6,7,8, dan 9.
b. Sistem bilangan biner menggunakan hanya 2 digit: 0 dan 1.
c. Kedua digit biner dibentuk 0 dan 1.
d. Kedua digit biner disebut juga LOW dan HIGH, dimana LOW = 0 dan HIGH = 1

Daftar Gambar

Digital Signal

Nilai Kontinu

Nilai Diskrit

Sistim Digital dan Analog (CD)

Sistim yang Digital dan Analog

Gelombang Digital (Pulsa Ideal)

Gelombang Digital (Pulsa NonIdeal)

Karakter Bentuk Gelombang

Fungsi Logika Dasar

Fungsi Logika Dasar - 1

Fungsi Logika Dasar - 2

Fungsi Logika Dasar - 4

Fungsi Logika Dasar - 5



Disusun Oleh : Derryl Junior - 1703015206



Sumber : Online Learning Uhamka

Pengertian

Sistem Biner dan Kode – kode digital merupakan dasar untuk komputer dan elektronika digital secara umum. Sistem bilangan biner seperti desimal, hexadesimal dan oktal juga dibahas pada bagian ini. Operasi aritmatika dengan bilangan biner akan dibahas untuk memberikan dasar pengertian bagaimana komputer dan jenis – jenis perangkat digital lain bekerja.

Sistem Bilangan :
1. Desimal -> 0 ~ 9
2. Biner -> 0 ~ 1
3. Oktal -> 0 ~ 7
4. Hexadesimal -> 0 ~ F

Bilangan Desimal

Dalam setiap bilangan desimal terdiri dari 10 digit, 0 sampai dengan 9

BILANGAN BINER

Sistem Bilangan biner merupakan cara lain untuk melambangkan kuantitas, dimana 1 (HIGH) dan 0 (LOW).
Sistem bilangan biner mempunyai nilai basis 2 dengan nilai setiap posisi dibagi dengan faktor 2.

Contoh :
Konversikan seluruh bilangan biner 1101101 ke desimal
Hasil:
Nilai : 26 25 24 23 22 21 20
Biner : 1 1 0 1 1 0 1
1101101 = 26 + 25 + 23 + 22 + 20 = 64 + 32 + 8 + 4 + 1 = 109

KONVERSI DECIMAL KE BINER

Metode Sum-of-Weight.
Pengulangan pembagian dengan Metode bilangan 2.
Konversi fraksi desimal ke biner.

METODE SUM-OF-WEIGHT

Bilangan desimal 9 sebagai The decimal number 9, for example, can be expressed as the sum of binary weight of:
Example:
Convert the following decimal numbers to binary:
a) 12 b) 25 c) 58 d) 82
1100 11001 111010 1010010

HEXADESIMAL NUMBER

Sebagian besar sistem digital menangani kelompok bit dalam kekuatan genap 2 seperti 8, 16, 32, dan 64 bit.
x Heksadesimal menggunakan kelompok 4 bit.
Basis 16
1. 16 kemungkinan simbol
2. 0-9 dan A-F
Memungkinkan penanganan string biner panjang dengan nyaman.
Konversi dari heksadesimal ke desimal dengan mengalikan setiap digit heksadesimal dengan bobot posisinya.
Konversi dari desimal ke heksadesimal dengan menggunakan metode pembagian berulang yang digunakan untuk konversi desimal ke biner dan desimal ke oktal.
Bagi angka desimal dengan 16
Sisa pertama adalah LSB dan yang terakhir adalah MSB.

kelebihan heksadesimal :

Heksadesimal berguna untuk merepresentasikan string bit yang panjang.
Memahami proses konversi dan mengingat pola 4 bit untuk setiap digit heksadesimal akan terbukti bermanfaat nantinya.

BCD

Binary Coded Decimal (BCD) adalah cara lain untuk menyajikan bilangan desimal dalam bentuk biner.
BCD digunakan secara luas dan menggabungkan fitur sistem desimal dan biner.
Setiap digit diubah menjadi padanan biner.
BCD bukan sistem bilangan.
BCD adalah angka desimal dengan setiap digit dikodekan ke padanan binernya.
Bilangan BCD tidak sama dengan bilangan biner lurus.
Keuntungan utama BCD adalah kemudahan relatif untuk mengonversi ke dan dari desimal.

Daftar Gambar

Bilangan Desimal

Bilangan Biner

Aplikasi Digital

Metode Sum of Weight



Disusun Oleh : Derryl Junior - 1703015206



Sumber : Online Learning Uhamka

Pengertian

Aljabar Boolean adalah alat yang penting dalam menggambarkan, menganalisa, merancang, dan mengimplementasikan rangkaian digital.

Konstanta Boolean dan Variabel.
Aljabar Boolean dibawah ini hanya mempunyai dua nilai : 0 dan 1.
Logika 0 dapat dikatakan : false, off, low, no, saklar terbuka.
Logika 1 dapat dikatakan: true, on, high, yes, saklar tertutup.
Tiga operasi logika dasar: OR, AND, dan NOT.

Tabel Kebenaran
Sebuah tabel kebenaran menggambarkan hubungan antara input dan ouput sebuah rangkaian logika.
Jumlah The number of entries corresponds to the number of inputs. For example a 2 input table would have 2 2 = 4 entries. A 3 input table would have 2 3 = 8 entries.

OR Operation with OR Gates
· The Boolean expression for the OR operation is X = A + B
This is read as “x equals A or B.”
X = 1 when A = 1 or B = 1.
· Truth table and circuit symbol for a two input OR gate.
· There are many examples of applications where an output function is desired when one of multiple inputs is activated.

AND Operations with AND gates
The Boolean expression for the AND operation is
X = A • B
This is read as “x equals A and B.”
x = 1 when A = 1 and B = 1.

Not Operation
· The Boolean expression for the NOT operation is
X = A
This is read as:
X equals not A, or
X equals the inverse of A, or
X equals the complement of A
Truth table, symbol, and sample waveform for the NOT circuit.

Describing Logic Circuits Algebraically
· The three basic Boolean operation (OR, NOT, AND) can describe any logic circuit.
· If an expression contain both AND and OR gates the AND operation will be performed first, unless there is a parenthesis in the expression.

Evaluating Logic Circuits Output
Rules for evaluating a Boolean expression:
1. Perform all inversions of single terms.
2. Perform all operations within parenthesis.
3. Perform AND operation before an OR operation unless parenthesis indicate otherwise.
4. If an expression has a bar over it, perform the operations inside the expression and then invert the result.
Output logic levels can be determined directly from a circuit diagram.
The output of each gate is noted until a final output is found.

Implementing Circuits From Boolean Expression
It is important to be able to draw a logic circuit from a Boolean expression.

NOR Gates and NAND Gates
· Combine basic AND, OR, and NOT operations.
· The NOR gate is an inverted OR gate. An inversion “bubble” is placed at the output of the OR gate.
· The NAND gate is an inverted AND gate. An inversion “bubble” is placed at the output of the AND gate.
· The output of NAND and NOR gates may be found by simply determining the output of an AND or OR gate and inverting it.
· The truth tables for NOR and NAND gates show the complement of truth tables for OR and AND gates.

Universality of NAND and NOR Gates
NAND or NOR gates can be used to create the three basic logic expressions (OR, AND, and INVERT).
This characteristic provides flexibility and is very useful in logic circuit design.

Daftar Gambar

OR

OR Gate

Truth Table

Boolean expression for logic

Boolean expression for logic - 2



Disusun Oleh : Derryl Junior - 1703015206



Sumber : Online Learning Uhamka

Aturan – Aturan Aljabar Boolean

Commutative law of addition
A+B = B+A
The order of OR is does not matter

Commutative law of Multiplication
AB = BA
The order of ANDing does not matter

Associative law addition
A + (B + C) = (A + B) + C
The group of ORed variables does not matter

A (BC) = (AB) C
The group of ANDed variables does not matter

Distributive Law
A(B + C) = AB + AC
(A + B) (C + D) = AC + AD + BC + BD

BOOLEAN RULES :
1) A + 0 = A
In math if you add 0 you have changed nothing
In Boolean Algebra ORing with 0 changes nothing
2) A + 1 = 1
ORing with 1 must give a 1 since if any input is 1 an OR gate will give a 1
3) A * 0 = 0
In math if 0 is multiplied with anything you get 0. If you AND anything with 0 you get 0
4) A * 1 = A
ANDing anything with 1 will yield the anything
5) A + A = A
ORing with itself will give the same result
6) A + A = 1
Either A or A must be 1 so A + A = 1
7) A * A = A
ANDing with itself will give the same result
8) A * A = 0
In digital logic 1 = 0 and 0 = 1, so AA = 0 since one of the inputs must be 0
9) A = A
If you not something twice you are back to the beginning
10) A + AB = A
Proof
A + AB = A(1 + B) = A * 1 = A
11) A + AB = A + B
Proof
A + AB = (A + AB) + AB = (AA + AB) + AB = AA + AB + AA + AB = (A + A) (A + B) = 1* (A + B) = A + B 12) (A + B) (A + C) = A + BC
Proof
(A + B) (A + C) = AA + AC + AB + BC = A + AC + AB + BC = A (1 + C) + AB + BC = A*1 + AB + BC = A (1+ B) + BC = A*1 + BC =A + BC

Daftar Gambar

Commutative law of addition

Commutative law of Multiplication

Associative law addition

Associative law addition - 2

Distributive Law

A + 0 = A

A + 1 = 1

A * 0 = 0

A * 1 = A

A + A = A

A + A = 1

A * A = A

A * A = 0

A = A



Disusun Oleh : Derryl Junior - 1703015206



Sumber : Online Learning Uhamka

Komplemen dua atau lebih variabel gerbang AND sama dengan komplemen variabel khusus gerbang OR
Persamaan



Komplemen 2 atau lebih variable gerbang OR sama dengan komplemen variable khusus gerbang AND
Persamaan :



Kesetaraan gerbang dan hubungan table kebenaran yang digambarkan oleh Teorema DeMorgan.



XY = X + Y
X + Y = XY
Contoh :





Analisis Boolean rangkaian Logika



Jika A = 1, B = 1, C = 1 and D = 1, maka outputnya adalah ???
Tabel kebenaran:



Penyederhanaan menggunakan Aljabar Boolean
Contoh :
draw your possible logic gate?
Simplify this expression using Boolean algebra?



Exercise : Analiyze the circuit below



1. Y = ??
2. Simplify the Boolean expression found 1
Exercise :





Disusun Oleh : Derryl Junior - 1703015206



Sumber : Online Learning Uhamka